RPP Seni Budaya SMP kelas 8
contoh RPP Mengapresiasi karya seni kriya SMA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Sub Kompetensi : Seni Rupa
Kelas : XI (IPS/Bahasa)
Semester : 1 (satu)
Waktu : 2 x 50 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya seni kriya
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni kriya di wilayah nusantara
Indikator :
- Menjelaskan pengertian seni kriya
- Menunjukkan contoh seni kriya
- Mengklasifikasikan seni kriya
I. Tujuan Pembelajaran
- Mendeskripsikan pengertian seni kriya
- Mendeskripsikan karakteristik seni kriya
- Mengklasifikasikan karya seni kriya di wilayah Nusantara berdasarkan bentuk karya
- Mengklasifikasikan karya seni kriya di wilayah Nusantara berdasarkan teknik penciptaannya
- Mengklasifikasikan karya seni kriya berdasarkan bahan yang digunakan
- Mendeskripsikan keunikan gagasan bentuk dan isi pada karya seni kriya di wilayah Nusantara
- Mendeskripsikan keunikan teknik pada karya seni kriya di Wilayah Nusantara
- Menunjukkan contoh-contoh karya seni kriya di wilayah Nusantara
II. Materi Ajar
- Pengertian karya seni kriya
- Karakteristik seni kriya
- Jenis-jenis karya seni kriya di wilayah Nusantara
- Gagasan bentuk yang terkandung pada karya seni kriya di wilayah Nusantara
- Teknik penciptaan karya seni kriya di wilayah Nusantara
- Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya
- Contoh-contoh karya seni kriya di wilayah Nusantara
III. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Akademik
Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi,
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
Seminggu sebelum pertemuan ini siswa diberi tugas secara individu untuk membaca materi tentang karya seni kriya
Kegiatan Awal
1. Menetapkan materi mengidentifikasi karya seni kriya di wilayah Nusantara
2. Tanya jawab tentang berbagai macam contoh karya seni kriya di sekitar kita
Kegiatan Inti
1. Tanya jawab tentang pengertian seni kriya
2. Menjelaskan pengertian seni kriya
3. Tanya jawab tentang bentuk, bahan, dan teknik penciptaan seni kriya dan pengklasifikasiannya
4. Menunjukkan 4 contoh karya seni kriya
5. Membagi siswa menjadi 8 kelompok
6. Memberi tugas pada setiap kelompok untuk berdiskusi mengklasifikasi contoh karya seni kriya berdasarkan bentuk dan tehnik penciptaannya, dengan rincian:
Kelompok 1dan 2, mengklasifikasikan karya seni kriya 1
Kelompok 3 dan 4, mengklasifikasikan karya seni kriya 2
Kelompok 5 dan 6, mengklasifikasikan karya seni kriya 3
Kelompok 7 dan 8, mengklasifikasikan karya seni kriya 4
7. Siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing
8. Satu kelompok dari obyek yang sama mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain memberi tanggapan, guru mengawasi dan membimbing
Kegiatan Akhir
1. Guru mengevaluasi diskusi
2. Guru menginformasikan materi untuk minggu depan, yaitu mengapresiasi karya seni kriya di wilayah Nusantara
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1. Buku Pendidikan Seni Budaya yang relevan
2. Beberapa karya seni kriya
VI. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan
2. Bentuk Instrumen : Uraian
3. Soal/ Instrumen :
Identifikasi Benda Kriya yang disuguhkan pada kelompok kalian berdasarkan fungsi, bentuk, bahan, dan teknik penciptaannya. Serta tuliskan kekurangan dan kelebihan yang kalian temukan pada benda kriya itu!
Malang,………………
Guru Mata Pelajaran
……………………….
NIP: …………………
RPP, Skenario, dan Skrip Pembelajaran
A. RPP, Skenario, dan Skrip Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau biasa disebut dengan RPP adalah suatu rancangan tertulis mengenai kegiatan pengajaran yang akan dilaksanakn oleh guru dalam proses pembelajaran. RPP dibuat untuk setiap kompetensi dasar, yang terkadang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan. Penyususnan RPP ditujukan untuk memberi kemudahan bagi guru dalam melakukan proses pengajaran, karena dalam RPP juga dicantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, sehingga seorang guru tanpa keraguan akan mengetahui hal-hal apa sajakah yang perlu dilakukannya dalam proses mengajar.
Untuk melengkapi RPP perlu disusun pula skenario pembelajaran, yaitu pengaturan waktu untuk setiap langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Skenario pembelajaran sangat bermanfaat untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan waktu pembelajaran yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan, sehingga dapat diprediksi apakah suatu kompetensi dasar dapat diselesaikan atau tidak dalam satu kali pertemuan. Jika satu kompetensi dasar tidak dapat diselesaikan dalam satu pertemuan, maka guru pun harus menentukan langkah pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang.
Selain RPP dan skenario pembelajaran, penyusunan skrip pembelajaran juga akan sangat bermanfaat dalam melancarkan kegiatan pembelajaran. Skrip pembelajaran berupa dialog antar guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Meskipun dialog tersebut adalah rekayasa, namun bagi seorang guru, dialog guru dalam skrip pembelajaran dapat dijadikan tuntunan dalam mengorganisasi pengajaran, menyampaikan pengajaran, dan mengelola pengajaran. Skrip pembelajaran disusun berdasarkan RPP dan skenario pembelajaran, dengan menyusun dan mempelajari skrip pembelajaran, guru akan lebih mudah dalam menentukan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dan disampaikan dalam proses mengajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulakan bahwa seorang guru perlu menyusun RPP, skenario, dan skrip pembelajaran untuk mempermudah proses mengajar yang akan dilakukannya dalam pembelajaran. Dengan demikian maka calon guru juga harus diberi latihan untuk menyusun RPP, skenario, dan skrip pembelajaran hingga dapat menyusun ketiganya dengan benar.